- sepertiga untuk Allah
- sepertiga untuk dirinya sendiri; dan
- sepertiga untuk belatung.
Selasa, 28 Juni 2011
3 bagian manusia
Sabtu, 18 Juni 2011
Senin, 06 Juni 2011
Jumat, 03 Juni 2011
download google book

Tak perlu panjang lebar lagi, berikut saya akan berbagi tips yang saya dapat dari searching di google tentunya, setelah mampir kesana kemari akhirnya cara inilah yang berhasil dan sukses saya gunakan untuk download google book.
Kita persiapkan dulu alat-alat/software dasar yang dibutuhkan:
- Mozilla firefox sebagai browser
- Add on : Greasemonkey, add on ini gunanya untuk menjalankan script "google book downloader"
- Buka Firefox , install addons Greasemonkey, Klik Add to Firefox
- Klik Install Now, tunggu sampai GreaseMonkey terinstall sempurna di Firefox. Setelah proses instalasi selesai, restart Firefox.
- Setelah Firefox restart perhatikan di toolbar Firefox atau di Pojok Kanan Bawah . Jika ada logo grease monkey berarti GreaseMonkey sudah terisntall.
- Google Book Downloader, script untuk download buku google, harus install greasemonkey dulu baru bisa install script google book downloader, caranya:
· Browse ke alamat script Google Book Downloader, klik Install
· Setelah keluar menu Popup, klik Install lagi.
· Setelah proses instalasi selesai, restart lagi Firefox.
Setelah semua persiapan untuk Mendownload sudah selesai terinstall, saatnya uji coba. Cara menggunakannya :
- Buka URL ebook yang akan anda download
- Download google book
Cara 1:
· Perhatikan di sisi sebelah kanan google book, klik kanan pada gambar di bawah ini, pilih open in a new tab
PP1: nomornya sesuai dengan lembar/halaman pratinjau yang ada dalam googlebook yang kita buka. Kalau pratinjau halaman 12, maka akan menjadi PP12.
· Pada tab baru tersebut, klik kanan pada gambar, pilih save image as
· Lakukan cara yang sama untuk mendownload lembar/ halaman googlebook berikutnya.
· Cara ini lebih cocok digunakan untuk mendownload beberapa artikel/halaman dalam google book yang kita perlukan saja dan mengabaikan halaman yang tidak kita perlukan.
Kamis, 02 Juni 2011
Rabu, 11 Mei 2011
Slideshow flickr

Flickr adalah web foto sharing Gratis dari yahoo.Selain gratis, penggunaannya pun relatif mudah. Kita bisa langsung upload foto dalam jumlah banyak sekaligus dan proses uploadnya cepat.
Untuk sekedar berbagi foto secara online, silahkan mendaftar akun gratis di Flickr.com mengunakan email yahoo,atau bisa juga login lewat akun google dan akun facebook.
Foto flickr juga bisa di buat slide show lho dan mejeng di blog kita. Caranya mudah, cukup gunakan layanan pihak ketiga untuk membuat slideshow.
Masuk saja ke www.flickrslideshow.com, kemudian isi form yang ada. Bila perlu edit juga lebar dan tinggi slideshow sesuai dengan keinginan kita. Setelah itu copy kode slideshow dan paste di halaman website kita. Jadi deh slideshow foto narsisnya mejeng di blog.
Manusia harus meniru hewan-hewan dalam sifat-sifatnya yang positif:
- keberanian singa dan beruang
- kegigihan dan keuletan macan saat berkelahi
- kekompakan serigala saat menyerbu
- gotong royong semut
- kesetiaan dan amanah anjing
- jesabaran keledai
- ketabahan dan ketegaran unta
- cemburunya merpati jantan
- pengabdian dan kesetiakawanan kuda
(alim ulama)
* * *
Selasa, 10 Mei 2011
Grafologi, membaca karakter seseorang lewat tulisan
Saya termasuk sangat awam, dan baru mengenal ilmu ini, Berawal dari test yang diberikan oleh adik saya, akhirnya saya memposting tulisan ini. Waktu itu sepulang kerja, adik saya memberikan sebuah test kepada saudari2nya termasuk saya sendiri. Setelah menyediakan perlengkapannya, yaitu kertas hvs putih polos tanpa garis dan pen, dia segera menyuruh kami untuk menulis tentang apa saja di kertas itu dengan minimal tulisan adalah 8 baris selama 10 menit. Sepuluh menitpun berlalu dan kami pun usai menulis, adikku kemudian mulai menganalisa PR kami satu per satu. Berikut garis besar dari analisanya:
- Kecil: pendiam, sering menyendiri, otak cemerlang, tidak suka diperhatikan orang2, mandiri, selalu berpikir ilmiah dan logis.
- Sedang: simpel, praktis. netral dan tenang.
- Besar: ambisius, murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, suka melebih2kan dalam berbicara
- Sangat besar: sangat hati-hati, tidak suka berpangku tangan, ingin selalu didengarkan dan tampil di depan, jiwa petualang.
- Miring ke kiri: penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
- Miring ke kanan: menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.
- Tegak: penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.
- Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang.
- Tekanannya tercetak jelas di belakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.
- Jarak tepi kiri berhubungan dengan kemampuan penulis melupakan masa lalunya. Semakin lebar jarak tepi kiri, semakin mudah seseorang untuk memaafkan dan melupakan masa lalunya yang pahit.
- Sedangkan tepi kanan berhubungan dengan masa depan. Semakin sempit jarak tulisan dengan tepi kanan kertas, semakin jelas visi dan misi penulis untuk masa depannya.
Jumat, 03 Desember 2010
Membagi layar desktop

Tips ini mungkin sudah usang dan banyak yang tahu. Tapi tidak ada salahnya kalau saya coba mempostingnya ke blog jelek saya ini. Caranya cukup mudah bahkan sangat mudah dan tidak diperlukan software khusus.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka file-file yang ingin anda tampilkan dalam desktop, format file bisa berbeda tidak harus sama (misal doc dan pdf, atau doc dan txt).
- Di menu taskbar (disamping start, dekstop bawah) tahan Ctrl lalu klik pada nama2 file yang akan ditampilkan.
- Dengan tetap menahan tombol Ctrl, klik kanan file yang pertama kali kita klik, pilih "tile horizontally" untuk tampilan file memanjang ke samping atau pilih "tile vertically" untuk tampilan file memanjang ke atas.
Cukup sekian,, semoga bahasanya cukup dimengerti (maklum bukan ahli komputer) dan bermanfaat untuk semua.
Rabu, 27 Oktober 2010
Mendekati Allah dalam keseharian
Manusia benar-benar merupakan makhluk Allah swt yang paling sempurna dibanding dengan makhluk-makhluk yang lain. Sehingga manusia memiliki nafsu dan sifat-sifat yang ada pada Allah swt (uluhiyyah), nafsu kemalaikatan, kemanusiaan (insaniyah-basyariyah), kebinatangan, dan kesyetanan. Karena itu, manusia yang mencintai Allah swt dan dicintaiNya, maka nafsunya akan cenderung kepada kebaikan (muthma’innah). Sebaliknya, manusia yang lebih mencintai syetan dan binatang, nafsunya akan cenderung kepada kejahatan dan keburukan, yang disebut sebagai nafsu ‘ammarah. Sedangkan nafsu yang dimiliki orang awam (umum) disebut nafsu lawwamah, karena kecenderungannya berubah-ubah antara baik dan buruk. Dan, pada kenyataannya manusia modern sekarang ini lebih banyak yang mencintai syetan, binatang, dan tentu saja dunia-materi. Maka benar apa yang dikatakan Nabi Muhammad saw bahwa manusia lebih mencintai dunia dari pada mencintai Allah swt. Bahkan mereka sudah menghalalkan segala cara dalam hidupnya. Kata Nabi:”Ya’ty ‘alannazzaman laa yubaalul mar’u maa ahada minal halal wal haram — akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi memperdulikan yang halal dan haram (menghalalkan segala cara)”. Ini karena pengaruh hubbuddunnya. Jika hal itu benar-benar berkembang, apalagi kalau diperhatikan gejala-gejalanya sekarang ini cocok dengan hadis nabi tersebut, maka dunia ini sudah di ambang kehancuran. Suatu kehancuran yang pasti diturunkan oleh Allah swt seperti yang pernah diturunkan kepada umat Nabi Nuh, Luth, Soleh, kaum ‘Ad, Tsamud, Sabah, Fir’aun, Korun dsb. Bahwa kehancuran itu karena tiga unsur yang mendominasi masyarakat; yaitu penguasa, pengusaha dan rakyat yang semuanya menghalalkan segala cara. Karena itu tidak mustahil Indonesia akan hancur seperti kehancuran yang diturunkan pada umat nabi-nabi dan kaum-kaum terdahulu, jika tidak kembali pada seruan Allah swt dan Rasulullah Saw. Berikut petikan wawancara Sufi dengan Pengasuh Pesantren “Babussalam” Ciburial Indah, Bandung Jawa Barat, beberapa waktu lalu di Jakarta. Bagaimana Anda melihat nafsu? Nafsu itu selalu mengajak (cenderung) pada kejahatan. Oleh sebab kita harus terus berusaha mempelajari ma’rifatullah (mengetahui ajaran-ajaran Allah) untuk membersihkan diri (tazkiyatunnafs) dalam kerangka mampu membersihkan nafsu kejahatan dan keburukan, sehingga bisa mencintai Allah melebihi kecintaan kita terhadap yang lain. Itu metode sederhana (untuk mengarahkan nafsu) ini agar mencintai Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Yusuf, 53:”Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh TuhanKu. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Sesungguhnya nafsu itu bertingkat-tingkat. Di antaranya dari aspek kemanusiaan (insaniyah-basyariah) manusia bisa memiliki nafsu kemalaikatan (malakiyah), Ketuhanan (uluhiyyah), kemudian nafsu yang terendah adalah nafsu kebinatangan (hayawaniyah) dan kesyetanan (syaithoniyah). Semua itu ada pada manusia. Tapi, kalau manusia yang beriman itu mengerahkan nafsu itu untuk mencintai Allah melebihi segala-galanya, maka akan hilang nafsu dan pengaruh nafsu yang buruk dan jahat tersebut. Misalnya nafsu ‘ammarah ini cenderung kepada kejahatan, lawwamah cenderung pada baik dan buruk dan ini biasanya dimiliki oleh masyarakat awam. Kemudian nafsu muthma’innah, ini cenderung pada kebaikan (mahabbatullah) dan mahabbatullah ini biasanya sudah mencapai tingkat radliyah (orang yang mencapai keridloan Allah) dan dicintai Allah, seperti dijelaskan dalam Al-Quran Al-Fajr, 27-28:”Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ikhlas lagi diridloiNya”. Karena itu, dia akan memandang banwa musibah apa saja di dunia ini datangnya dari Allah. Namun rodliyah itu ada hubungannya dengan tingkatan-tingkatan ibadah seseorang, yang tidak hanya sekadar melaksanakan kewajiban syara’ atau ubudiyyah. Sedangkan bagi ‘abuudah/’ubuudah ini ibadah yang sudah mencapai suatu kenikmatan yang bisa mencapai tingkatan hakikat. Oleh sebab itu dalam Islam ada tingkatan ibadah syariat, thariqat, dan hakikat. Bagi yang sudah mencapai hakikat kuncinya “hua” yaitu wujud dari Allah, lalu “bihi” yaitu segala kejadian karena kekuasaan Allah, “minhu” yaitu segala apa yang menimpa pada diri seseorang itu berasal dari Allah. Lalu “ilaihi”, ia akan kembali pada Allah. Dan kalau nafsu manusia sudah mencapai tingkat ini, maka nafsunya tidak akan bergeser dari Allah. Sehingga kalau mendapat musibah justru ia merasa nikmat karena datangnya dari Allah. Dan itu bisa dicapai karena mahabbatullah, inilah yang disebut (rodliyah). Dan dengan kerelaannya itu ia akan mencapai mardliyyah, yaitu ia akan dilihat, diawasi dan dicintai oleh Allah swt. Jadi ada nafsu khofy dan jaly? Khofy dan jaly ada dalam dzikir yang disebut khalwat, berdua-duan dengan Allah setiap saat. Tapi, berkhalwat di tempat yang sepi itu gampang, yang sulit adalah di tengah keramaian era modern apakah sebagai (legislative, eksekutif, konglomerat dll). Dan bukan sesuatu yang mustahil bisa berkhalwat dengan Allah, sehingga ia akan jauh dari maksiat dan kemungkaran. Orang-orang seperti itulah yang kita harapkan bisa memberantas KKN misalnya melalui KPK (Komisi Pemberantas Korupsi), pengadilan, kejaksaan, kehakiman, aparat penegak hokum dan sebagainya. Jadi, tidak semata-mata menghindari dunia. Yang penting jiwanya itu berkhalwat dengan Allah swt setiap waktu dalam kehidupannya dengan berusaha dirinya menjadi rahmatan lillalamain dan inilah yang akan dibawa pada Allah swt di akhirat kelak. Nafsu mahabbatullah itu berarti bertingkat dan menghindari duniawi? Yang ada adalah tingkatan-tingkatan. Kalau tingkatan puncaknya seperti Al-Hallaj, Rabiah Ad-Dimasq, Rabiah Adawiyah Syekh Siti Jenar, dll tentu akan meninggalkan dunia. Tapi di era modern ini meski berada di tengah keramaian duniawi dan tetap memberi cahaya ketuhanan dengan muthma’innah tetap bisa bersujud dalam seluruh aspek kehidupannya, maka inilah yang kita harapkan. Karena seperti kata Syekh Yusuf Makassar, bahwa inti ajaran Islam itu ma’rifatullah, ma’rifatullah itu adalah akhlak dan intisari dari akhlak tersebut adalah shilaturrahim dan inti shilaturrahim tersebut sebagaimana dikatakan Ali bin Abi Thalib ra. Adalah “Inna afdholal a’maala idkholus suruuri fi quluubil ikhwani---amal yang berat timbangannya adalah menyenangkan orang lain, memudahkan urusan orang lain, bukan mempersulit”. Jadi ia akan terjun ke tengah masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai ilahiyah-Ketuhanan dengan memberikan ketauldanan (uswah), sehingga keberadaannya menjadi rahmatan lillamaian. Seperti dicontohkan nabi ketika membetulkan sahabat yang salah dalam berwudhu, di mana beliau sangat menghargai hak asasi manusia. Waktu itu beliau melihat sahabat yang salah dalam berwudhu. Lalu beliau memanggil Ali agar mengajak sahabat itu berwudu lagi, contoh seperti itu karena nabi tidak ingin sahabat tersebut tersinggung. Tapi umat sekarang kalau tidak diingatkan dengan terus terang tidak akan mengerti, akibat sudah menghalalkan segala cara dalam hidupnya. Sama sulitnya dengan perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Quran dan yang bisa memahami hanya orang yang dalam ilmu pengetahuan agamanya (al-rosyihuun). Sekarang ini harus tegas dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Karena itu kata Al-Faraby, pemimpin negara itu harus filosofis, yaitu makin tinggi ilmunya, luas wawasannya dsb maka ia akan makin tawaddhu’, rendah hati, tidak sombong, tidak menggunakan otot-kekerasan, tapi menggunakan akal pikiran yang sehat. Lalu apa bedanya dengan hawa nafsu? Itu istilah Indonesia saja. Dalam Al-Quran ada hawanun kekuatan yang dimiliki oleh nabi dan ada tiga sumber hawanun yang mengakibatkan hancurnya manusia. Yaitu 1). Hawa muttaba’ kekuatan nafsu yang tidak bisa dibendung yang diikuti 2). sifat kikir, yang ditaati manusia, dan 3). Ijabul mar’i linafsi, yaitu ujub (sombong) manusia terhadap dirinya sendiri. Sedangkan dalam kata-kata nafsu dalam Islam hampir sama dengan Indonesia, yaitu hawa nafsu. Artinya manusia banyak diperbudak oleh hawa nafsunya? Ya. Itu nafsu yang berhubungan dengan syahwat. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Ali Imran, 14:”Dijadikannya indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda (kendaraan) pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah tempat kembali yang baik”. Sekarang terbukti apa yang dikatakan nabi bahwa manusia lebih mencintai dunia (hubbuddunya) dari pada mencintai Allah swt. Bahkan kini sudah menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi kepentingan hawa nafsu syathoniyahnya. Karena itu nabi bersabda:”Ya’ti ‘alannazzaman laa yubaalul mar’u maa ahada minal halal wal haram—akan dating suatu zaman di mana manusia tidak lagi memperdulikan yang halal dan haram (menghalalkan segala macam cara)”. Ini karena pengaruh hubbuddunya dan nafsu syaithoniyahnya menguasai seseorang dan karena itu harus diarahkan untuk mahabbatullah. Masih adakah yang komitmen dengan nafsu uluhiyyah di era modern ini? Ada. Tapi, kalau diperhatikan gejala-hejalanya sekarang ini, sudah di ambang kehancuran. Akibatnya ya itu tadi, pemimpin negera ini dari tingkat pusat sampai daerah, pengusaha dari yang pedagang kaki lima (PKL) sampai konglomerat, dan rakyat dari rakyat kecil sampai elit sudah sama-sama menghalalkan segala macam cara. Kalau itu terus berkembang dan tidak terkendali, saya khawatir Allah swt tidak lama lagi akan menurunkan adzab, musibah dan semacamnya yang pernah diturunkan kepada umat Nabi Nuh, Luth, Soleh, kaum ‘Ad, Tsamud, Sabah, Fir’aun, Korun dll. Untuk itulah kita berdoa kepada Allah swt agar tetap dan terus mencintaiNya;:”Allohummarzuqny hubbaka wahubba man yuhibbuka wal’amalal ladzy yuballighuny hubbaka waj’al habbaka ahabbal asyyaa’a ilayya—Ya Allah berikan rizki kami agar mencintai Engkau dan mencintai orang-orang yang mencintai Engkau, dan beramal setiap amal itu akan membawa cintaku kepadaMu Ya Allah, dan jadikanlah cintaku padaMu sesuatu yang melebihi dari pada mencintai segala-galanya”. Oleh (Dakwah Sahabat): KH. Muchtar Adam, Pengasuh Pesantren “Babussalam” Ciburial Indah, Bandungabsolutely copast from:
http://jamaahmasjid.blogspot.com
keep learning !!!!
learning is not always studying at school,,all people around inspire us
3 bagian manusia
- sepertiga untuk Allah
- sepertiga untuk dirinya sendiri; dan
- sepertiga untuk belatung.
download google book

Tak perlu panjang lebar lagi, berikut saya akan berbagi tips yang saya dapat dari searching di google tentunya, setelah mampir kesana kemari akhirnya cara inilah yang berhasil dan sukses saya gunakan untuk download google book.
Kita persiapkan dulu alat-alat/software dasar yang dibutuhkan:
- Mozilla firefox sebagai browser
- Add on : Greasemonkey, add on ini gunanya untuk menjalankan script "google book downloader"
- Buka Firefox , install addons Greasemonkey, Klik Add to Firefox
- Klik Install Now, tunggu sampai GreaseMonkey terinstall sempurna di Firefox. Setelah proses instalasi selesai, restart Firefox.
- Setelah Firefox restart perhatikan di toolbar Firefox atau di Pojok Kanan Bawah . Jika ada logo grease monkey berarti GreaseMonkey sudah terisntall.
- Google Book Downloader, script untuk download buku google, harus install greasemonkey dulu baru bisa install script google book downloader, caranya:
· Browse ke alamat script Google Book Downloader, klik Install
· Setelah keluar menu Popup, klik Install lagi.
· Setelah proses instalasi selesai, restart lagi Firefox.
Setelah semua persiapan untuk Mendownload sudah selesai terinstall, saatnya uji coba. Cara menggunakannya :
- Buka URL ebook yang akan anda download
- Download google book
Cara 1:
· Perhatikan di sisi sebelah kanan google book, klik kanan pada gambar di bawah ini, pilih open in a new tab
PP1: nomornya sesuai dengan lembar/halaman pratinjau yang ada dalam googlebook yang kita buka. Kalau pratinjau halaman 12, maka akan menjadi PP12.
· Pada tab baru tersebut, klik kanan pada gambar, pilih save image as
· Lakukan cara yang sama untuk mendownload lembar/ halaman googlebook berikutnya.
· Cara ini lebih cocok digunakan untuk mendownload beberapa artikel/halaman dalam google book yang kita perlukan saja dan mengabaikan halaman yang tidak kita perlukan.
Slideshow flickr

Flickr adalah web foto sharing Gratis dari yahoo.Selain gratis, penggunaannya pun relatif mudah. Kita bisa langsung upload foto dalam jumlah banyak sekaligus dan proses uploadnya cepat.
Untuk sekedar berbagi foto secara online, silahkan mendaftar akun gratis di Flickr.com mengunakan email yahoo,atau bisa juga login lewat akun google dan akun facebook.
Foto flickr juga bisa di buat slide show lho dan mejeng di blog kita. Caranya mudah, cukup gunakan layanan pihak ketiga untuk membuat slideshow.
Masuk saja ke www.flickrslideshow.com, kemudian isi form yang ada. Bila perlu edit juga lebar dan tinggi slideshow sesuai dengan keinginan kita. Setelah itu copy kode slideshow dan paste di halaman website kita. Jadi deh slideshow foto narsisnya mejeng di blog.
Manusia harus meniru hewan-hewan dalam sifat-sifatnya yang positif:
- keberanian singa dan beruang
- kegigihan dan keuletan macan saat berkelahi
- kekompakan serigala saat menyerbu
- gotong royong semut
- kesetiaan dan amanah anjing
- jesabaran keledai
- ketabahan dan ketegaran unta
- cemburunya merpati jantan
- pengabdian dan kesetiakawanan kuda
(alim ulama)
* * *
Grafologi, membaca karakter seseorang lewat tulisan
Saya termasuk sangat awam, dan baru mengenal ilmu ini, Berawal dari test yang diberikan oleh adik saya, akhirnya saya memposting tulisan ini. Waktu itu sepulang kerja, adik saya memberikan sebuah test kepada saudari2nya termasuk saya sendiri. Setelah menyediakan perlengkapannya, yaitu kertas hvs putih polos tanpa garis dan pen, dia segera menyuruh kami untuk menulis tentang apa saja di kertas itu dengan minimal tulisan adalah 8 baris selama 10 menit. Sepuluh menitpun berlalu dan kami pun usai menulis, adikku kemudian mulai menganalisa PR kami satu per satu. Berikut garis besar dari analisanya:
- Kecil: pendiam, sering menyendiri, otak cemerlang, tidak suka diperhatikan orang2, mandiri, selalu berpikir ilmiah dan logis.
- Sedang: simpel, praktis. netral dan tenang.
- Besar: ambisius, murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, suka melebih2kan dalam berbicara
- Sangat besar: sangat hati-hati, tidak suka berpangku tangan, ingin selalu didengarkan dan tampil di depan, jiwa petualang.
- Miring ke kiri: penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
- Miring ke kanan: menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.
- Tegak: penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.
- Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang.
- Tekanannya tercetak jelas di belakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.
- Jarak tepi kiri berhubungan dengan kemampuan penulis melupakan masa lalunya. Semakin lebar jarak tepi kiri, semakin mudah seseorang untuk memaafkan dan melupakan masa lalunya yang pahit.
- Sedangkan tepi kanan berhubungan dengan masa depan. Semakin sempit jarak tulisan dengan tepi kanan kertas, semakin jelas visi dan misi penulis untuk masa depannya.
Membagi layar desktop

Tips ini mungkin sudah usang dan banyak yang tahu. Tapi tidak ada salahnya kalau saya coba mempostingnya ke blog jelek saya ini. Caranya cukup mudah bahkan sangat mudah dan tidak diperlukan software khusus.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka file-file yang ingin anda tampilkan dalam desktop, format file bisa berbeda tidak harus sama (misal doc dan pdf, atau doc dan txt).
- Di menu taskbar (disamping start, dekstop bawah) tahan Ctrl lalu klik pada nama2 file yang akan ditampilkan.
- Dengan tetap menahan tombol Ctrl, klik kanan file yang pertama kali kita klik, pilih "tile horizontally" untuk tampilan file memanjang ke samping atau pilih "tile vertically" untuk tampilan file memanjang ke atas.
Cukup sekian,, semoga bahasanya cukup dimengerti (maklum bukan ahli komputer) dan bermanfaat untuk semua.
Mendekati Allah dalam keseharian
Manusia benar-benar merupakan makhluk Allah swt yang paling sempurna dibanding dengan makhluk-makhluk yang lain. Sehingga manusia memiliki nafsu dan sifat-sifat yang ada pada Allah swt (uluhiyyah), nafsu kemalaikatan, kemanusiaan (insaniyah-basyariyah), kebinatangan, dan kesyetanan. Karena itu, manusia yang mencintai Allah swt dan dicintaiNya, maka nafsunya akan cenderung kepada kebaikan (muthma’innah). Sebaliknya, manusia yang lebih mencintai syetan dan binatang, nafsunya akan cenderung kepada kejahatan dan keburukan, yang disebut sebagai nafsu ‘ammarah. Sedangkan nafsu yang dimiliki orang awam (umum) disebut nafsu lawwamah, karena kecenderungannya berubah-ubah antara baik dan buruk. Dan, pada kenyataannya manusia modern sekarang ini lebih banyak yang mencintai syetan, binatang, dan tentu saja dunia-materi. Maka benar apa yang dikatakan Nabi Muhammad saw bahwa manusia lebih mencintai dunia dari pada mencintai Allah swt. Bahkan mereka sudah menghalalkan segala cara dalam hidupnya. Kata Nabi:”Ya’ty ‘alannazzaman laa yubaalul mar’u maa ahada minal halal wal haram — akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi memperdulikan yang halal dan haram (menghalalkan segala cara)”. Ini karena pengaruh hubbuddunnya. Jika hal itu benar-benar berkembang, apalagi kalau diperhatikan gejala-gejalanya sekarang ini cocok dengan hadis nabi tersebut, maka dunia ini sudah di ambang kehancuran. Suatu kehancuran yang pasti diturunkan oleh Allah swt seperti yang pernah diturunkan kepada umat Nabi Nuh, Luth, Soleh, kaum ‘Ad, Tsamud, Sabah, Fir’aun, Korun dsb. Bahwa kehancuran itu karena tiga unsur yang mendominasi masyarakat; yaitu penguasa, pengusaha dan rakyat yang semuanya menghalalkan segala cara. Karena itu tidak mustahil Indonesia akan hancur seperti kehancuran yang diturunkan pada umat nabi-nabi dan kaum-kaum terdahulu, jika tidak kembali pada seruan Allah swt dan Rasulullah Saw. Berikut petikan wawancara Sufi dengan Pengasuh Pesantren “Babussalam” Ciburial Indah, Bandung Jawa Barat, beberapa waktu lalu di Jakarta. Bagaimana Anda melihat nafsu? Nafsu itu selalu mengajak (cenderung) pada kejahatan. Oleh sebab kita harus terus berusaha mempelajari ma’rifatullah (mengetahui ajaran-ajaran Allah) untuk membersihkan diri (tazkiyatunnafs) dalam kerangka mampu membersihkan nafsu kejahatan dan keburukan, sehingga bisa mencintai Allah melebihi kecintaan kita terhadap yang lain. Itu metode sederhana (untuk mengarahkan nafsu) ini agar mencintai Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Yusuf, 53:”Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh TuhanKu. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Sesungguhnya nafsu itu bertingkat-tingkat. Di antaranya dari aspek kemanusiaan (insaniyah-basyariah) manusia bisa memiliki nafsu kemalaikatan (malakiyah), Ketuhanan (uluhiyyah), kemudian nafsu yang terendah adalah nafsu kebinatangan (hayawaniyah) dan kesyetanan (syaithoniyah). Semua itu ada pada manusia. Tapi, kalau manusia yang beriman itu mengerahkan nafsu itu untuk mencintai Allah melebihi segala-galanya, maka akan hilang nafsu dan pengaruh nafsu yang buruk dan jahat tersebut. Misalnya nafsu ‘ammarah ini cenderung kepada kejahatan, lawwamah cenderung pada baik dan buruk dan ini biasanya dimiliki oleh masyarakat awam. Kemudian nafsu muthma’innah, ini cenderung pada kebaikan (mahabbatullah) dan mahabbatullah ini biasanya sudah mencapai tingkat radliyah (orang yang mencapai keridloan Allah) dan dicintai Allah, seperti dijelaskan dalam Al-Quran Al-Fajr, 27-28:”Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ikhlas lagi diridloiNya”. Karena itu, dia akan memandang banwa musibah apa saja di dunia ini datangnya dari Allah. Namun rodliyah itu ada hubungannya dengan tingkatan-tingkatan ibadah seseorang, yang tidak hanya sekadar melaksanakan kewajiban syara’ atau ubudiyyah. Sedangkan bagi ‘abuudah/’ubuudah ini ibadah yang sudah mencapai suatu kenikmatan yang bisa mencapai tingkatan hakikat. Oleh sebab itu dalam Islam ada tingkatan ibadah syariat, thariqat, dan hakikat. Bagi yang sudah mencapai hakikat kuncinya “hua” yaitu wujud dari Allah, lalu “bihi” yaitu segala kejadian karena kekuasaan Allah, “minhu” yaitu segala apa yang menimpa pada diri seseorang itu berasal dari Allah. Lalu “ilaihi”, ia akan kembali pada Allah. Dan kalau nafsu manusia sudah mencapai tingkat ini, maka nafsunya tidak akan bergeser dari Allah. Sehingga kalau mendapat musibah justru ia merasa nikmat karena datangnya dari Allah. Dan itu bisa dicapai karena mahabbatullah, inilah yang disebut (rodliyah). Dan dengan kerelaannya itu ia akan mencapai mardliyyah, yaitu ia akan dilihat, diawasi dan dicintai oleh Allah swt. Jadi ada nafsu khofy dan jaly? Khofy dan jaly ada dalam dzikir yang disebut khalwat, berdua-duan dengan Allah setiap saat. Tapi, berkhalwat di tempat yang sepi itu gampang, yang sulit adalah di tengah keramaian era modern apakah sebagai (legislative, eksekutif, konglomerat dll). Dan bukan sesuatu yang mustahil bisa berkhalwat dengan Allah, sehingga ia akan jauh dari maksiat dan kemungkaran. Orang-orang seperti itulah yang kita harapkan bisa memberantas KKN misalnya melalui KPK (Komisi Pemberantas Korupsi), pengadilan, kejaksaan, kehakiman, aparat penegak hokum dan sebagainya. Jadi, tidak semata-mata menghindari dunia. Yang penting jiwanya itu berkhalwat dengan Allah swt setiap waktu dalam kehidupannya dengan berusaha dirinya menjadi rahmatan lillalamain dan inilah yang akan dibawa pada Allah swt di akhirat kelak. Nafsu mahabbatullah itu berarti bertingkat dan menghindari duniawi? Yang ada adalah tingkatan-tingkatan. Kalau tingkatan puncaknya seperti Al-Hallaj, Rabiah Ad-Dimasq, Rabiah Adawiyah Syekh Siti Jenar, dll tentu akan meninggalkan dunia. Tapi di era modern ini meski berada di tengah keramaian duniawi dan tetap memberi cahaya ketuhanan dengan muthma’innah tetap bisa bersujud dalam seluruh aspek kehidupannya, maka inilah yang kita harapkan. Karena seperti kata Syekh Yusuf Makassar, bahwa inti ajaran Islam itu ma’rifatullah, ma’rifatullah itu adalah akhlak dan intisari dari akhlak tersebut adalah shilaturrahim dan inti shilaturrahim tersebut sebagaimana dikatakan Ali bin Abi Thalib ra. Adalah “Inna afdholal a’maala idkholus suruuri fi quluubil ikhwani---amal yang berat timbangannya adalah menyenangkan orang lain, memudahkan urusan orang lain, bukan mempersulit”. Jadi ia akan terjun ke tengah masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai ilahiyah-Ketuhanan dengan memberikan ketauldanan (uswah), sehingga keberadaannya menjadi rahmatan lillamaian. Seperti dicontohkan nabi ketika membetulkan sahabat yang salah dalam berwudhu, di mana beliau sangat menghargai hak asasi manusia. Waktu itu beliau melihat sahabat yang salah dalam berwudhu. Lalu beliau memanggil Ali agar mengajak sahabat itu berwudu lagi, contoh seperti itu karena nabi tidak ingin sahabat tersebut tersinggung. Tapi umat sekarang kalau tidak diingatkan dengan terus terang tidak akan mengerti, akibat sudah menghalalkan segala cara dalam hidupnya. Sama sulitnya dengan perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Quran dan yang bisa memahami hanya orang yang dalam ilmu pengetahuan agamanya (al-rosyihuun). Sekarang ini harus tegas dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Karena itu kata Al-Faraby, pemimpin negara itu harus filosofis, yaitu makin tinggi ilmunya, luas wawasannya dsb maka ia akan makin tawaddhu’, rendah hati, tidak sombong, tidak menggunakan otot-kekerasan, tapi menggunakan akal pikiran yang sehat. Lalu apa bedanya dengan hawa nafsu? Itu istilah Indonesia saja. Dalam Al-Quran ada hawanun kekuatan yang dimiliki oleh nabi dan ada tiga sumber hawanun yang mengakibatkan hancurnya manusia. Yaitu 1). Hawa muttaba’ kekuatan nafsu yang tidak bisa dibendung yang diikuti 2). sifat kikir, yang ditaati manusia, dan 3). Ijabul mar’i linafsi, yaitu ujub (sombong) manusia terhadap dirinya sendiri. Sedangkan dalam kata-kata nafsu dalam Islam hampir sama dengan Indonesia, yaitu hawa nafsu. Artinya manusia banyak diperbudak oleh hawa nafsunya? Ya. Itu nafsu yang berhubungan dengan syahwat. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Ali Imran, 14:”Dijadikannya indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda (kendaraan) pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah tempat kembali yang baik”. Sekarang terbukti apa yang dikatakan nabi bahwa manusia lebih mencintai dunia (hubbuddunya) dari pada mencintai Allah swt. Bahkan kini sudah menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi kepentingan hawa nafsu syathoniyahnya. Karena itu nabi bersabda:”Ya’ti ‘alannazzaman laa yubaalul mar’u maa ahada minal halal wal haram—akan dating suatu zaman di mana manusia tidak lagi memperdulikan yang halal dan haram (menghalalkan segala macam cara)”. Ini karena pengaruh hubbuddunya dan nafsu syaithoniyahnya menguasai seseorang dan karena itu harus diarahkan untuk mahabbatullah. Masih adakah yang komitmen dengan nafsu uluhiyyah di era modern ini? Ada. Tapi, kalau diperhatikan gejala-hejalanya sekarang ini, sudah di ambang kehancuran. Akibatnya ya itu tadi, pemimpin negera ini dari tingkat pusat sampai daerah, pengusaha dari yang pedagang kaki lima (PKL) sampai konglomerat, dan rakyat dari rakyat kecil sampai elit sudah sama-sama menghalalkan segala macam cara. Kalau itu terus berkembang dan tidak terkendali, saya khawatir Allah swt tidak lama lagi akan menurunkan adzab, musibah dan semacamnya yang pernah diturunkan kepada umat Nabi Nuh, Luth, Soleh, kaum ‘Ad, Tsamud, Sabah, Fir’aun, Korun dll. Untuk itulah kita berdoa kepada Allah swt agar tetap dan terus mencintaiNya;:”Allohummarzuqny hubbaka wahubba man yuhibbuka wal’amalal ladzy yuballighuny hubbaka waj’al habbaka ahabbal asyyaa’a ilayya—Ya Allah berikan rizki kami agar mencintai Engkau dan mencintai orang-orang yang mencintai Engkau, dan beramal setiap amal itu akan membawa cintaku kepadaMu Ya Allah, dan jadikanlah cintaku padaMu sesuatu yang melebihi dari pada mencintai segala-galanya”. Oleh (Dakwah Sahabat): KH. Muchtar Adam, Pengasuh Pesantren “Babussalam” Ciburial Indah, Bandungabsolutely copast from:
http://jamaahmasjid.blogspot.com
Categories
- allah (1)
- bros (1)
- bros manik-manik (1)
- dekstop (1)
- download googlebook (1)
- flickr (1)
- grafologi (1)
- hikmah (3)
- intermezzo (1)
- islam (5)
- karakter (1)
- poem (1)
- psikologi (1)
- serba 5000 (1)
- sms (3)
- tauhid (1)
- tips (3)
- tips komputer (1)
- tulisan (1)
- tulisan tangan (1)


